Tuan Hamba-G.Khomaini
Bilamana rapalan do'a telah berusaha mengguncang penduduk langit
Bilamana lorong waktu telah sesak oleh harapan-harapan yang tak kunjung tergait
Dan bilamana pintu takdir masih enggan berderit mendengar suara para hamba yang menjerit
Di manakah para tuan ku yang berkepala sempit?
Apakah sibuk megisi perut hingga otak terhimpit?
Janji-janji ditebar, seperti benih kelapa sawit
Mungkin hanya itu yang bisa tuan pikir tanpa rumit
Tags : Sastra

Posting Komentar