Carousel

Selasa, 31 Maret 2026

Silent Reading di Perpustakaan Unmuh Jember Hadirkan Pengalaman Membaca yang Tenang dan Menyenangkan

 


Jember, 23 November 2025 — Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jember kembali menjadi pusat kegiatan literasi dengan terselenggaranya Silent Reading Jember Book Party 2025, sebuah agenda yang mengajak masyarakat untuk menikmati waktu membaca dalam suasana hening dan penuh kenyamanan. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 23 November 2025, ini diikuti oleh mahasiswa dan pegiat literasi yang antusias untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang refleksi dan eksplorasi pengetahuan. Dalam kegiatan ini, para peserta diajak untuk membaca buku pilihan mereka masing-masing secara mandiri selama durasi yang telah ditetapkan, tanpa distraksi, sehingga tercipta pengalaman membaca yang fokus dan menyenangkan. 

Kepala UPT Perpustakaan Unmuh Jember menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali budaya membaca di lingkungan akademik. 

“Silent Reading bukan sekadar membaca bersama. Ini adalah ruang bagi siapa pun untuk menikmati ketenangan, memperkuat minat baca, serta menumbuhkan kecintaan terhadap literasi,” ujarnya.

Suasana perpustakaan tampak lebih hidup namun tetap hening, dengan peserta yang memenuhi ruang-ruang baca sambil tenggelam dalam buku-buku pilihan. Beberapa peserta juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelesaikan bacaan yang sudah lama tertunda atau mencari referensi untuk tugas kuliah. 

Kegiatan Silent Reading ini merupakan salah satu rangkaian acara Jember Book Party 2025, sebuah gerakan literasi yang berkolaborasi dengan komunitas, perpustakaan, dan institusi pendidikan dalam menghadirkan program-program menarik bagi masyarakat Jember. 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak civitas akademika yang tergerak untuk kembali menjadikan membaca sebagai aktivitas rutin dan menyenangkan. Perpustakaan Unmuh Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang memperkuat budaya literasi.

Kanca Aksara Sukses Gelar Pelatihan Penulisan Jurnalistik

 


Jember —  Sahabat Perpustakaan Kanca Aksara sukses menggelar pelatihan penulisan jurnalistik bertema “Memberdayakan Ruang Ekspresi: Meningkatkan Kualitas Tulisan melalui Jurnalistik” pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Multimedia UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jember dan diikuti oleh 18 peserta. 

Pelatihan tersebut menghadirkan Oryza A. Wirawan, jurnalis sekaligus penulis buku biografi, sebagai pemateri utama. Dalam sesi pemaparan, Oryza menjelaskan dasar-dasar jurnalistik, mulai dari pengertian jurnalistik, prinsip kerja jurnalis, hingga teknik dasar dalam penulisan berita. Peserta juga dibekali pemahaman tentang proses menjadi jurnalis yang beretika dan bertanggung jawab. 

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Peserta dibagi berpasangan untuk saling melakukan wawancara, kemudian menyusun naskah berita berdasarkan hasil wawancara tersebut. Pada akhir sesi, pemateri melakukan review dan evaluasi terhadap tulisan peserta, sekaligus memberikan masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas penulisan berita. 

Jalannya kegiatan dipandu oleh Tsabitah Nur Imani sebagai moderator, yang memastikan setiap sesi berlangsung interaktif dan terarah. Suasana pelatihan berjalan dinamis dan menarik, terlihat dari antusiasme peserta yang aktif berdiskusi, serta terlibat langsung dalam praktik penulisan. 

Salah satu peserta, Lutfiah, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan.

 “Pelatihannya sangat menyenangkan dan interaktif. Kami mendapatkan insight baru serta pengetahuan seputar jurnalistik yang sebelumnya belum kami pahami,” ujarnya. 

Melalui pelatihan ini, Kanca Aksara berharap dapat mendorong lahirnya ruang ekspresi yang lebih berkualitas melalui tulisan, sekaligus meningkatkan minat dan kemampuan peserta dalam dunia jurnalistik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung pengembangan literasi dan keterampilan menulis di kalangan civitas akademika dan masyarakat umum.

Sinergi Lintas Disiplin Warnai Sarasehan Festival PEKA 2026 di Nara Garden

 


Jember — Sinergi lintas disiplin mewarnai puncak kegiatan Festival PEKA (Pesta Kreativitas & Budaya) 2026 yang digelar di Nara Garden, Jumat (28/2/2026). Sarasehan budaya dalam festival tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas literasi, organisasi mahasiswa daerah, hingga pegiat lingkungan dalam satu forum diskusi terbuka. 

Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa dan komunitas, di antaranya Kanca Aksara, Pena, Persatuan Mahasiswa Indonesia Cabang Jember, serta Mapala Unmuh Jember. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperkaya perspektif diskusi yang mengangkat isu literasi, pertanian, ekologi, dan kebudayaan. 

Tiga anggota Kanca Aksara turut hadir dalam kegiatan tersebut, salah satunya terlibat sebagai talent sekaligus panitia acara. Dalam sesi wawancara, perwakilan Kanca Aksara, Davano, menyampaikan bahwa tema sarasehan memiliki keterkaitan erat dengan latar belakang akademiknya. 

“Sarasehan ini sangat relevan dengan jurusan Saya di Fakultas Pertanian. Budaya dan kemajuan peradaban memang tidak bisa dilepaskan dari bagaimana Kita mengelola tanah dan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggi dari Persatuan Mahasiswa Indonesia Cabang Jember menilai materi yang disampaikan selaras dengan agenda organisasi yang tengah dijalankan. 

“Materi diskusi mendukung program Ecotask yang sedang Kami jalankan, khususnya dalam membangun kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa,” katanya. 

Apresiasi juga disampaikan Dina, salah satu peserta yang hadir. 

“Pembicaranya keren-keren banget,” ujarnya singkat, merujuk pada jajaran narasumber yang tampil dalam forum tersebut. 

Sarasehan ini menghadirkan sejumlah tokoh akademisi dan budayawan, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Ikhwan, yang membedah arah kebudayaan dari perspektif akademik. Selain itu, budayawan Siswanto memaparkan nilai filosofis kearifan lokal, sementara praktisi budaya Dedi Endarto berbagi pengalaman menjaga tradisi di tengah arus modernisasi. 

Diskusi berlangsung terbuka dan inklusif, bahkan diikuti oleh beberapa turis asal Jerman yang turut menyimak jalannya forum. Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta Dana Indonesian. 

Kehadiran dukungan institusi negara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi komunitas dalam menggerakkan agenda kebudayaan secara profesional dan berkelanjutan. Festival PEKA 2026 pun menjadi momentum yang memperlihatkan pertemuan literasi, ekologi, budaya, dan sejarah dalam satu panggung kolaboratif di Nara Garden.

Connect