Selasa, 31 Maret 2026

Sinergi Lintas Disiplin Warnai Sarasehan Festival PEKA 2026 di Nara Garden

 


Jember — Sinergi lintas disiplin mewarnai puncak kegiatan Festival PEKA (Pesta Kreativitas & Budaya) 2026 yang digelar di Nara Garden, Jumat (28/2/2026). Sarasehan budaya dalam festival tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas literasi, organisasi mahasiswa daerah, hingga pegiat lingkungan dalam satu forum diskusi terbuka. 

Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa dan komunitas, di antaranya Kanca Aksara, Pena, Persatuan Mahasiswa Indonesia Cabang Jember, serta Mapala Unmuh Jember. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperkaya perspektif diskusi yang mengangkat isu literasi, pertanian, ekologi, dan kebudayaan. 

Tiga anggota Kanca Aksara turut hadir dalam kegiatan tersebut, salah satunya terlibat sebagai talent sekaligus panitia acara. Dalam sesi wawancara, perwakilan Kanca Aksara, Davano, menyampaikan bahwa tema sarasehan memiliki keterkaitan erat dengan latar belakang akademiknya. 

“Sarasehan ini sangat relevan dengan jurusan Saya di Fakultas Pertanian. Budaya dan kemajuan peradaban memang tidak bisa dilepaskan dari bagaimana Kita mengelola tanah dan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggi dari Persatuan Mahasiswa Indonesia Cabang Jember menilai materi yang disampaikan selaras dengan agenda organisasi yang tengah dijalankan. 

“Materi diskusi mendukung program Ecotask yang sedang Kami jalankan, khususnya dalam membangun kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa,” katanya. 

Apresiasi juga disampaikan Dina, salah satu peserta yang hadir. 

“Pembicaranya keren-keren banget,” ujarnya singkat, merujuk pada jajaran narasumber yang tampil dalam forum tersebut. 

Sarasehan ini menghadirkan sejumlah tokoh akademisi dan budayawan, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Ikhwan, yang membedah arah kebudayaan dari perspektif akademik. Selain itu, budayawan Siswanto memaparkan nilai filosofis kearifan lokal, sementara praktisi budaya Dedi Endarto berbagi pengalaman menjaga tradisi di tengah arus modernisasi. 

Diskusi berlangsung terbuka dan inklusif, bahkan diikuti oleh beberapa turis asal Jerman yang turut menyimak jalannya forum. Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta Dana Indonesian. 

Kehadiran dukungan institusi negara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi komunitas dalam menggerakkan agenda kebudayaan secara profesional dan berkelanjutan. Festival PEKA 2026 pun menjadi momentum yang memperlihatkan pertemuan literasi, ekologi, budaya, dan sejarah dalam satu panggung kolaboratif di Nara Garden.

Tags :

bm
Created by: Kanca Aksara

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect