Pudar di Batas Ufuk Senja
Dan kembali ufuk senja mengambang diatas angan
Bahkan lagi dan lagi, aku harus kehilangan jejak keindahan
Kupikir ufuk senja abadi mendekap hingga malam keajaiban
Namun anggapan hanyalah kesalahan
Bak Awan hitam melenyapkan jingga di langit senja
Menyapu keindahan sebelumnya hingga tak tersisa
Entah sampai kapan senjaku meredup tanpa cahaya
Bak Awan hitam melenyapkan jingga di langit senja
Menyapu keindahan sebelumnya hingga tak tersisa
Entah sampai kapan senjaku meredup tanpa cahaya
Kembali merona memancarkan
keindahannya
Aku pun terpaku, bertanya pada sepi yang merayap
Adakah senja yang lebih megah dari yang kini lenyap?
Atau sebodoh itukah hatiku, mengemis pada yang tak tetap?
Aku pun terpaku, bertanya pada sepi yang merayap
Adakah senja yang lebih megah dari yang kini lenyap?
Atau sebodoh itukah hatiku, mengemis pada yang tak tetap?
Benar, aku merindukan senja saat itu.
Senja yang mungkin terlihat indah di mata
semua orang,
namun menggoreskan rasa yang berbeda di dada.
namun menggoreskan rasa yang berbeda di dada.
20 Mei 2026
Penulis: Selfia
Kanca Aksara
“Bersama, Berkarya, Bersaudara!”
“Bersama, Berkarya, Bersaudara!”
.jpeg)
Posting Komentar