Kamis, 18 Juni 2026

Asah Nalar Kritis Pemuda, Kanca Aksara Gelar Nonton Bareng dan Diskusi Film 'Pesta Babi'

JEMBER – Komunitas Kanca Aksara sukses menggelar acara nonton bareng (nobar) dan diskusi kritis film dokumenter bertajuk "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" pada Senin malam (25/5). Bertempat di Gedung Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember, agenda pemutaran sinema alternatif ini dimulai tepat pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Mengusung konsep terbuka untuk umum, acara tersebut berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari 141 peserta yang memadati ruangan, terdiri atas elemen mahasiswa lintas fungsional serta masyarakat umum Jember.

Jauh dari sekadar sarana hiburan pelepas penat, agenda kolaboratif bersama UPT Perpustakaan Unmuh Jember ini sengaja diinisiasi sebagai ruang aman sekaligus pemantik nalar kritis pemuda. Melalui tajuk yang tajam, forum dialektika ini mengajak generasi muda Indonesia untuk berani bersuara dan membedah secara objektif realitas Proyek Strategis Nasional (PSN) yang kerap kali menyisakan ironi di wilayah hilir.

Sinema dokumenter "Pesta Babi" sendiri secara lugas menyoroti dampak sosiologis dari ambisi megaproyek ketahanan pangan dan transisi energi di Tanah Papua. Visualisasi film memperlihatkan bagaimana jutaan hektar hutan adat, kawasan rawa, hingga dusun sagu yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, kini perlahan terkikis oleh laju ekspansi industri tebu, sawit, dan bioetanol. Kehadiran negara di tengah ketidakberdayaan warga lokal pun memunculkan sebuah tamparan moral-emosional yang mendalam dari salah satu tokoh di dalam film.

"Percuma kita hidup di bawah naungan merah putih. Ternyata merah putih tidak melindungi kami," ungkap Pak Vincent, salah satu tokoh masyarakat adat dalam film tersebut.

Usai pemutaran film, dinamika forum kian hangat saat memasuki sesi bedah perspektif yang dipandu secara interaktif oleh Fikri Haidar Rahmad selaku moderator. Kanca Aksara menghadirkan dua akademisi tepercaya Unmuh Jember dari sudut pandang keilmuan yang komplementer. Dr. M. Hamdi HS, S.IP., M.A.P. (Dosen Ilmu Pemerintahan) membedah dari sisi kebijakan publik dan relasi struktural, sedangkan Dr. Fina Rosalina, S.H., M.H. (Dosen Ilmu Hukum) menyoroti aspek hukum agraria serta implementasi hak-hak konstitusional masyarakat lokal.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Sepanjang sesi tanya jawab, puluhan audiens bergantian mengutarakan pendapat, melontarkan pertanyaan tajam, serta menyumbangkan sudut pandang personal terhadap isu yang diangkat dalam film.

Salah satu peserta, Andika (21) Mahasiswa 

        "Sebab merdeka bukan hanya tentang lepas dari penjajahan, melainkan tentang keadilan yang                 merata," ucap Fikri Haidar Rahmad selaku moderator.

Rangkaian acara yang berjalan dengan aman dan lancar ini ditutup secara simbolis dengan sesi foto bersama antara seluruh panitia, pemateri, dan peserta yang bertahan hingga akhir acara. Melalui wadah diskusi berkala semacam ini, UPT Perpustakaan bersama Kanca Aksara berharap dapat terus konsisten merawat ruang bertemu, bertukar pikiran, serta menumbuhkan keberanian berbicara demi menjaga nalar kritis tetap hidup di kalangan civitas akademika.


Penulis: Aqilah Atsar Widiatmoko

Kanca Aksara
“Bersama, Berkarya,  Bersaudara!”

Tags :

bm
Created by: Kanca Aksara

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect