Carousel

Rabu, 12 Agustus 2026

Atasi Overthinking Gen Z, ZIC Rangkul Kanca Aksara dan Insight Book Bedah Solusi Literasi Lewat Prinsip Iqra

 

JEMBER — Komunitas Kanca Aksara berkolaborasi dengan Zillennials Islamic Community (ZIC) dan Insight Book Community sukses menggelar Talkshow Series bertajuk "The Healing Power of Iqra': Dari Membaca Menuju Berkarya". Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Jumat, 31 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB, dengan dipandu oleh Aqila Yumna (Co-Founder ZIC) selaku host.

Acara yang terbuka untuk umum ini menghadirkan dua narasumber penggiat literasi muda, yaitu Wa Ode Ayuningsyah Agu atau Ayu Waode (Founder Insight Book Community) dan Indah Kumalasari (Leader Kanca Aksara).

Sebagai pembicara pertama, Ayu Waode membedah realitas kebiasaan membaca generasi muda masa kini. Mahasiswa D4 Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Negeri Jember tersebut meluruskan anggapan bahwa Gen Z adalah generasi yang malas membaca. Menurutnya, Gen Z justru merupakan generasi yang paling sering membaca setiap harinya melalui gawai.

Namun, Ayu menegaskan bahwa masalah utamanya terletak pada ketidaksadaran mengenai jenis informasi yang dikonsumsi.

"Kita ini sebenarnya generasi yang paling sering membaca. Masalah utamanya adalah kita tidak sadar sedang memberi makan pikiran kita dengan apa. Sebab, apa yang kita baca akan membentuk cara berpikir, menentukan cara bersikap, hingga menghasilkan keputusan dalam hidup," papar Ayu.

Ia juga mengaitkan fenomena ini dengan nilai-nilai spiritual, di mana prinsip pentingnya memilih bacaan yang bermakna telah diajarkan dalam Islam sejak 1.400 tahun lalu melalui perintah wahyu pertama, yaitu Iqra' (Bacalah).

Melengkapi pandangan tersebut, Leader Kanca Aksara, Indah Kumalasari, membedah krisis kesehatan mental dan kecenderungan overthinking (OVT) pada Gen Z akibat fenomena ledakan informasi (infobesity). Merujuk pada data SKI 2023 Kemenkes RI dan PISA 2022, melimpahnya konten acak di media sosial justru memicu kelelahan mental dan depresi pada usia muda.

Indah menjelaskan bahwa membaca buku secara terstruktur hadir sebagai media pemulihan jiwa (healing) yang efektif untuk memberi jeda pada pikiran yang riuh.

"Membaca bukan sekadar menambah wawasan ilmiah, melainkan proses memberi jeda pada pikiran yang bising dan menyusun kembali emosi yang berantakan," ungkap Indah.

Sebagai solusi nyata, kedua narasumber mengajak peserta untuk bijak menyaring informasi media sosial, rutin membaca buku 15–30 menit sehari tanpa gangguan gawai, serta mengolah wawasan yang diperoleh menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Melalui talkshow ini, Kanca Aksara dan ZIC berharap para peserta dapat mengembalikan hakikat membaca sebagai sarana menata pikiran, menyembuhkan luka jiwa, dan menjadi pijakan dalam melahirkan karya-karya terbaik.

Penulis: Indah Kumalasari

Kanca Aksara!

Menyalakan Literasi untuk Mencerahkan Bangsa

 

 

Senin, 10 Agustus 2026

Optimalisasi Analisis Data, Kanca Aksara dan Pojok Statistik BPS Gelar Webinar AI dan Statistik

                             
 JEMBER — Komunitas Kanca Aksara berkolaborasi dengan Pojok Statistik BPS, UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jember, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember sukses menggelar webinar nasional bertajuk "Optimalisasi Analisis Statistik Menggunakan Artificial Intelligence". Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 22 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB.

Webinar gratis yang terbuka untuk mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum ini menghadirkan Silvie Kristya Ardearista, S.Tr.Stat. dari BPS Kabupaten Jember sebagai narasumber utama. Jalannya seluruh rangkaian acara dipandu oleh Tsabitah Nur Imani yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC).

Narasumber menegaskan bahwa data yang aman diunggah ke platform AI publik adalah data makro/publik resmi dan data sektoral tanpa identitas pribadi, seperti data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau PDRB. Sebaliknya, data mikro yang memuat NIK, KK, rekam medis, finansial, dan data rahasia instansi sangat dilarang diunggah ke AI publik.

Selain teori, narasumber membagikan tips good prompting untuk menghasilkan analisis yang akurat. Langkah-langkahnya mencakup penentuan tujuan analisis, penjelasan konteks data, penyebutan struktur kolom, batasan variabel, hingga instruksi verifikasi hasil.

Peserta juga dibekali contoh studi kasus eksplorasi data BPS secara langsung, mulai dari pembersihan data pertanian, analisis RLS (Rata-rata Lama Sekolah), hingga keterkaitan IPM dan kemiskinan. Di akhir materi, ditegaskan bahwa AI hanyalah asisten teknis; manusia/peneliti tetap memegang kendali utama dan bertanggung jawab penuh atas logika, validasi lapangan, serta penarikan kesimpulan ilmiah.

Acara berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi diskusi tanya jawab serta pertukaran gagasan antara peserta dan narasumber. Melalui webinar ini, Kanca Aksara dan BPS berharap para civitas akademika dapat memanfaat teknologi AI secara bijak, aman, dan aplikatif dalam mendukung penelitian riset ilmiah.

Penulis: Indah Kumalasari

Kanca Aksara!

Menyalakan Literasi untuk Mencerahkan Bangsa

Rabu, 15 Juli 2026

Melukis Senja dan Menabuh Tradisi: "Simfoni Aksara" Dobrak Stigma Literasi Lewat Alam dan Budaya

Jember, 13 Juli 2026 - Komunitas Kanca Aksara sukses menggelar program inovatif bertajuk "Simfoni Aksara"dengan mengusung tema "Satu Harmoni, Sejuta Inspirasi", kegiatan berkonsep wisata literasi di ruang terbuka Taman Nara Bestari ini hadir untuk mematahkan stigma bahwa dunia literasi hanya sebatas membaca buku di dalam perpustakaan. 

Acara dibuka dengan Workshop Ritme Budaya, di mana para peserta berkolaborasi bersama anak-anak binaan lokal memainkan Musik Patrol Jember. Melalui ketukan alat musik tradisional ini, peserta diajak "membaca" dan melestarikan warisan geokultural leluhur agar tetap hidup di generasi muda.

Suasana berubah syahdu menjelang sore saat masuk ke sesi Art Therapy & Refleksi. Di bawah langit senja, peserta dibebaskan menuangkan perasaan mereka lewat goresan cat akrilik di atas kanvas. Aktivitas melukis ekspresif dan penulisan jurnal pendek ini menjadi media rekreatif untuk membaca kondisi psikologis serta menjaga kesehatan mental (well-being).


Kegiatan ini menuai respons positif dan antusiasme luar biasa dari para peserta yang hadir. Salah satu peserta mengungkapkan kekagumannya atas konsep interaktif yang diusung.


"Saya bisa mempelajari kesenian secara nyata, tidak hanya lewat tulisan atau cerita saja. Bermain alat musik, belajar menyelaraskan alunan musik patrol, hingga menggoreskan warna cat akrilik untuk menyalurkan perasaan yang sedang dirasa adalah hal yang sangat berkesan," ungkapnya.


Peserta lain juga menimpali bahwa acara ini jauh lebih hidup dibandingkan seminar biasa karena memberi ruang untuk istirahat sejenak dari rutinitas, memperluas relasi dalam suasana yang nyaman, sekaligus menjadi sarana mengenal diri sendiri.


Melalui keselarasan antara alam, ketukan musik tradisional, dan goresan warna di kanvas senja, Kanca Aksara berharap "Simfoni Aksara" mampu meninggalkan jejak inspirasi yang mendalam bagi generasi muda Jember dalam memandang literasi secara lebih luas dan bermakna.


Penulis: Indah Kumalasari

Kanca Aksara
“Bersama, Berkarya,  Bersaudara!”

Senin, 13 Juli 2026

Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini, Kanca Aksara Gelar Aksi Kreatif "Taman Aksara



JEMBER, 21 JUNI 2026

Guna memotivasi anak-anak agar lebih mencintai dunia literasi, komunitas Kanca Aksara sukses menggelar kegiatan interaktif bertajuk "Taman Aksara" pada Minggu (21/6). Bertempat di Panti Asuhan Nurus Solihin, acara ini hadir sebagai ruang belajar yang seru sekaligus rekreatif bagi anak-anak panti. Melalui metode pendekatan kelompok kecil yang intensif, kegiatan ini dirancang khusus untuk mengasah kemampuan kognitif mereka dengan cara yang menyenangkan.


Berbeda dari biasanya, buku-buku yang disediakan kali ini mengusung tema besar tentang cita-cita untuk memantik mimpi anak-anak sejak dini. Sebanyak 23 buku dengan 7 variasi judul berbeda yang dikumpulkan dari donasi sukarela masyarakat umum, dan anggota Kanca Aksara. Buku bacaan disiapkan agar materi benar-benar relevan dengan usia mereka. Kelompok kelas 1–3 SD berfokus pada buku cerita bertema profesi yang penuh warna dan kaya ilustrasi menarik. Sementara itu, untuk kelompok kelas 4–6 SD, buku yang disiapkan memiliki porsi tulisan yang lebih banyak dan padat guna melatih daya konsentrasi serta pemahaman bacaan yang lebih mendalam.


Acara dimulai dengan sesi membaca bersama selama 35 menit. Di sini, panitia dan volunteer mendampingi anak-anak membaca dengan metode yang seru, unik, dan interaktif. Tak sekadar membaca, sesi ini langsung dilanjutkan dengan sharing session yang hangat, di mana para volunteer mengajak anak-anak berdiskusi dan menggugah daya kritis mereka terhadap isi cerita yang baru saja dibaca.


Keseruan semakin memuncak saat memasuki sesi Fun Time lewat permainan ketangkasan menggiring bola menggunakan kertas HVS. Gelak tawa anak-anak memenuhi ruangan saat mereka berusaha menjaga keseimbangan bola. Setelah itu, acara berlanjut ke Game Tebak Profesi yang memicu jiwa kompetitif positif antar kelompok. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, anak-anak diberikan waktu 20 menit untuk menggambarkan profesi atau cita-cita impian mereka di atas kertas sebelum akhirnya panitia membagikan paket hadiah menarik berisi set alat tulis, notebook mini, dan jajanan renteng yang dibungkus rapi.


Melihat antusiasme sepanjang acara, respon anak-anak panti sangat luar biasa. Mereka mengaku sangat senang dan menyadari bahwa membaca ternyata bisa menjadi aktivitas yang sangat seru, terlebih ketika dilakukan bersama-sama dengan konsep yang kreatif. Ketua Panitia Taman Aksara, Sheva Milano Asyhari, mengungkapkan kebahagiaannya atas respon positif tersebut.

"Kami ingin menghapus stigma bahwa membaca itu membosankan. Lewat interaksi langsung, permainan, dan diskusi bersama para volunteer, anak-anak bisa merasakan sendiri bahwa buku adalah pintu petualangan yang menyenangkan," ujarnya di sela-sela acara.


Melalui kegiatan Taman Aksara ini, Kanca Aksara berharap api semangat literasi ini tidak padam di sini saja, melainkan terus bertumbuh dan menjadi kebiasaan baik yang melekat pada diri anak-anak di masa depan

Penulis: Indah Kumalasari

Kanca Aksara
“Bersama, Berkarya,  Bersaudara!”




Jumat, 10 Juli 2026

Lewat Konsep "Asal Bunyi", Kanca Aksara Sukses Gelar Sastra Senja yang Penuh Canda dan Makna

 

JEMBER — Komunitas Kanca Aksara sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Sastra Senja" pada Rabu sore, 10 Juni 2026. Acara yang dimulai sejak sore hari pukul 16.00 WIB ini dirancang secara inklusif dengan melibatkan kalangan mahasiswa, masyarakat umum, serta anggota internal Kanca Aksara sendiri.

Kegiatan Sastra Senja kali ini digelar dengan tujuan utama untuk memperkuat budaya literasi sekaligus melatih keberanian tampil di depan publik bagi para pesertanya. Berbeda dari panggung sastra konvensional, acara ini dikemas secara santai melalui metode "asal bunyi".

Dengan metode ini, para peserta tidak hanya dibatasi pada pembacaan puisi, melainkan dibebaskan untuk menyuarakan apa saja yang ada di pikiran mereka. Peserta secara bergantian menceritakan segelintir kisah personal, melontarkan lelucon, membagikan pengalaman hidup, hingga memaparkan insight bermanfaat yang telah mereka dapatkan.

Pendekatan yang kasual ini memicu antusiasme luar biasa dari para hadirin. Dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya, kali ini jauh lebih banyak peserta yang aktif dan berebut untuk segera menyuarakan isi hatinya. Suasana di lokasi pun berubah menjadi sangat menyenangkan dan dinamis karena diwarnai dengan ruang diskusi spontan, gurauan hangat, serta cipta canda tawa yang mengalir akrab di antara peserta.

Dibalik keriuhan dan tawa yang tercipta, acara ini tetap melahirkan banyak insight filosofis yang mendalam bagi para pengunjung. Salah satu poin refleksi yang kuat datang dari salah seorang peserta bernama Haidar.

Di hadapan para hadirin, Haidar mengingatkan esensi mendasar mengenai perjalanan umat manusia. Ia menekankan bahwa sejatinya "hidup adalah untuk beribadah". Sedangkan kemenangan atau pencapaian dalam sesuatu hal hanyalah sebuah bonus kecil yang diberikan oleh Tuhan.

Melalui kesuksesan agenda Sastra Senja ini, Kanca Aksara berharap dapat terus konsisten menyediakan wadah berekspresi yang tidak kaku, sehingga literasi dapat dinikmati sebagai ruang komunal yang menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat luas.


Penulis: Indah Kumalasari

Kanca Aksara
“Bersama, Berkarya,  Bersaudara!”

Kamis, 18 Juni 2026

Asah Nalar Kritis Pemuda, Kanca Aksara Gelar Nonton Bareng dan Diskusi Film 'Pesta Babi'

JEMBER – Komunitas Kanca Aksara sukses menggelar acara nonton bareng (nobar) dan diskusi kritis film dokumenter bertajuk "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" pada Senin malam (25/5). Bertempat di Gedung Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember, agenda pemutaran sinema alternatif ini dimulai tepat pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Mengusung konsep terbuka untuk umum, acara tersebut berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari 141 peserta yang memadati ruangan, terdiri atas elemen mahasiswa lintas fungsional serta masyarakat umum Jember.

Jauh dari sekadar sarana hiburan pelepas penat, agenda kolaboratif bersama UPT Perpustakaan Unmuh Jember ini sengaja diinisiasi sebagai ruang aman sekaligus pemantik nalar kritis pemuda. Melalui tajuk yang tajam, forum dialektika ini mengajak generasi muda Indonesia untuk berani bersuara dan membedah secara objektif realitas Proyek Strategis Nasional (PSN) yang kerap kali menyisakan ironi di wilayah hilir.

Sinema dokumenter "Pesta Babi" sendiri secara lugas menyoroti dampak sosiologis dari ambisi megaproyek ketahanan pangan dan transisi energi di Tanah Papua. Visualisasi film memperlihatkan bagaimana jutaan hektar hutan adat, kawasan rawa, hingga dusun sagu yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, kini perlahan terkikis oleh laju ekspansi industri tebu, sawit, dan bioetanol. Kehadiran negara di tengah ketidakberdayaan warga lokal pun memunculkan sebuah tamparan moral-emosional yang mendalam dari salah satu tokoh di dalam film.

"Percuma kita hidup di bawah naungan merah putih. Ternyata merah putih tidak melindungi kami," ungkap Pak Vincent, salah satu tokoh masyarakat adat dalam film tersebut.

Usai pemutaran film, dinamika forum kian hangat saat memasuki sesi bedah perspektif yang dipandu secara interaktif oleh Fikri Haidar Rahmad selaku moderator. Kanca Aksara menghadirkan dua akademisi tepercaya Unmuh Jember dari sudut pandang keilmuan yang komplementer. Dr. M. Hamdi HS, S.IP., M.A.P. (Dosen Ilmu Pemerintahan) membedah dari sisi kebijakan publik dan relasi struktural, sedangkan Dr. Fina Rosalina, S.H., M.H. (Dosen Ilmu Hukum) menyoroti aspek hukum agraria serta implementasi hak-hak konstitusional masyarakat lokal.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Sepanjang sesi tanya jawab, puluhan audiens bergantian mengutarakan pendapat, melontarkan pertanyaan tajam, serta menyumbangkan sudut pandang personal terhadap isu yang diangkat dalam film.

Salah satu peserta, Andika (21) Mahasiswa 

        "Sebab merdeka bukan hanya tentang lepas dari penjajahan, melainkan tentang keadilan yang                 merata," ucap Fikri Haidar Rahmad selaku moderator.

Rangkaian acara yang berjalan dengan aman dan lancar ini ditutup secara simbolis dengan sesi foto bersama antara seluruh panitia, pemateri, dan peserta yang bertahan hingga akhir acara. Melalui wadah diskusi berkala semacam ini, UPT Perpustakaan bersama Kanca Aksara berharap dapat terus konsisten merawat ruang bertemu, bertukar pikiran, serta menumbuhkan keberanian berbicara demi menjaga nalar kritis tetap hidup di kalangan civitas akademika.


Penulis: Aqilah Atsar Widiatmoko

Kanca Aksara
“Bersama, Berkarya,  Bersaudara!”

Jumat, 12 Juni 2026

Before the Earth Perishes



A river running past a myriad
Of abodes but the one woven of bamboo
Rotten, fragile, crammed with dust and spiderweb
One that could easily devoured by fire

There stood someone's granny
Her skin was pierced by wrinkles and misery
We used to bury pennies and cents
Wishing they'd bloom so she'd be free

One day my mom said we'd go for a while
Yet we never return
My house was flattened to the ground
The soil turned buff, dried out resembles a corpse

I was hoping to see that granny anew
The guise i once aware quietly stained
All i could catch was her scent
Along with unfinished trance
Unknown and forgotten


Jember, 10 Juni 2026

Penulis: Raden Ayu Divala



Kanca Aksara

"Bersama, Berkarya, Bersaudara"

Connect